Pertanyaan seputar hubungan kerap menumbuhkan rasa ingin tahu. Antara lain pria seperti apa yang dicari seorang wanita untuk dijadikan pasangan atau kenapa kebahagiaan cenderung berkurang setelah menikah.

Buku baru berjudul The Science of Relationships: Answers to Your Questions about Dating, Marriage and Family yang ditulis Gary Lewandowski menjelaskan teori-teori ilmiah isu hubungan yang kerap didengar.

Kelompok peneliti dari universitas menyusun teori mengenai 40 teka-teki hubungan yang paling umum. Antara lain apa yang membuat seseorang tampak menawan sedangkan yang lain tidak, serta mengapa beberapa orang menikahi pasangan yang mirip dengan orangtua mereka.

Profesor Psikologi Colorado State University Dr Harman menjelaskan, “Dalam situs perjodohan online, pada awalnya Anda mungkin melihat profil yang tidak menarik, tetapi semakin Anda melihat mereka, mereka jadi terlihat tak terlalu buruk.”

Dia menambahkan, itulah sebabnya beberapa situs kencan memanfaatkannya. Yaitu, anggota bisa membayar lebih agar foto mereka ditampilkan setiap hari.

Para psikolog menelusuri alasan mengapa seseorang cenderung memilih seseorang yang mirip dengan orangtua mereka. Kedekatan dengan orangtua menjadi faktor yang menentukan dalam pemilihan pasangan.

Menurut Dr. Harman, jika tak percaya diri karena pengasuhan sejak dini, mereka akan memasuki hubungan yang telah dipengaruhi perasaan mereka sebelumnya.

“Jika orangtua tidak selaras dalam merawat anak mereka, anak akan beranggapan jika pasangan mereka tidak akan dapat diandalkan,” ujarnya seperti dilansir Dailymail.

Studi yang sama juga menunjukkan adanya ketidakpuasan jika perilaku pasangan konsisten dengan harapan mereka, dibandingkan mengubah cara pandang mereka,” ujar peneliti lainnya, Dr Benjamin Le dari Haverford College Pennsylvania.

Kedua peneliti setuju bahwa hubungan dapat awet jika pelakunya merasa aman dan sehat. Namun, dua orang yang penuh masalah, kecemasan menjalin hubungan hasilnya bisa sangat berbeda: hubungan menjadi tak memuaskan sama sekali atau bahkan benar-benar stabil.

Mengenai ketidakpuasan setelah menikah, Dr Le punya jawabannya. “Ketidakpuasan terjadi karena Anda telah mengenal orang itu dengan dalam. Tidak ada hal baru. Hubungan menjadi membosankan.”

Dr Le menyarankan kepada pasangan yang sudah menikah untuk melakukan aktivitas yang merangsang fisik dan intelektual. “Nonton film saja tidak cukup. Anda bisa melakukan jalan pagi atau naik gunung bersama pasangan akan menaikkan kepuasan ketimbang aktivitas pasif seperti menonton film.”