Tiga maskapai Asia mengumumkan perubahan jalur penerbangan jelang peluncuran roket Korea Utara, yang direncanakan antara 12 hingga 16 April 2012. Mereka tidak mau pesawat komersil pengangkut warga sipil itu berisiko terkena roket Korut itu atau tembakan dari rudal pencegat roket, yang sudah disiapkan Jepang. 

Menurut stasiun berita BBC, tiga maskapai itu adalah Philippine Airlines, Japan Airlines (JAL), dan Air Nippon Airlines (ANA). Satu dari Filipina dan dua dari Jepang.

Philippine Airlines menyatakan bahwa mereka sudah mengantisipasi roket Unha-3 dari Korut kemungkinan melintas langit di sebelah timur Pulau Luzon. Semua penerbangan sipil Philippine Airlines yang rutin melintas kawasan itu kemungkinan akan mengubah rute mereka untuk sementara waktu.

Perubahan jalur penerbangan itu meliputi layanan dari Manila ke AS, Kanada, Jepang, dan Korea Selatan. Pihak berwenang Filipina juga telah menyatakan “zona larangan terbang” di wilayah tertentu. Mereka juga memperingatkan kapal-kapal untuk menghindari kawasan yang diperkirakan bisa menjadi jatuhnya roket atau bagian dari roket Korut.

Di Jepang, JAL menyatakan bahwa empat layanan penerbangan dari Tokyo ke Manila, Jakarta, dan Singapura juga akan disesuaikan. Konsekuensinya, lama penerbangan di rute-rute itu akan lebih lama antara lima hingga dua puluh menit. 

Rute domestik JAL tidak akan berubah, namun mereka mengingatkan para calon penumpang yang sudah memesan rute yang terkena dampak perubahan agar juga mengubah reservasi.

ANA pun mengumumkan perubahan jalur lima rute penerbangan dari Tokyo menuju Singapura, Manila, dan Jakarta. Namun, jadwal penerbangan ANA atas rute-rute itu tidak berubah.

Tetangga Curiga
Pengumuman sejumlah maskapai penerbangan Asia ini muncul setelah Korut memasuki persiapan akhir peluncuran roket Unha-3. Korut mengklaim roket itu hanya akan membawa satelit cuaca atau pemantau Bumi.
Menurut kantor berita Reuters, peluncuran itu dalam rangka peringatan 100 tahun lahirnya Bapak Pendiri Korut, Kim Il-sung.  

Namun, negara-negara tetangga seperti Jepang, Korsel dan AS curiga bahwa peluncuran itu hanyalah muslihat Korut untuk ujicoba rudal balistik, yang bisa dimuati hulu ledak nuklir. Bahkan, Jepang sudah menyatakan siap menembak roket Korut yang melintas wilayah udaranya.