rasa ini membuatku semakin lesu..
seperti ribuan peluh yang menetes dari satu lubang yang sangat kubenci..
rasa ini begitu membuatku tercekik..
seperti ratusan anyaman tampar yang menjarat leherku..
aku begitu sering mengalaminya,..
tak mengerti apa yang sebenarnya..
mereka menjauh ketika aku ingin dekat..
dan mereka menghilang ketika aku mulai di serang penat..

apakah kamu ingin wanitamu tak jujur..
membawa rasamu sendiri sepanjang umur..
terus terkujur.. membujur.. lalu tersungkur..
apakah kamu juga ingin wanitamu menjadi orang yang tak kau kenal..
menjadi sesuatu yang asing, yang sebenarnya engkau ingin keterbukaan..
jangan pernah ungkapin rasa itu jika kamu menjauhi wanitamu..
jangan pernah ungkapin kata itu jika aku adalah hal asing buatmu..
jangan pernah ungkapin kata itu jika engkau akhirnya membenci wanitamu..
bukankah sebuah kejujuran yang kamu mau..
jujurnya rasa sakitmu, buat apa ?
jujurnya kebencianmu, percuma !
jujurnya adalah rasa sakitmu, wanitamu terlalu berdosa ?
kapan dia akan berhenti menjadi “momok” yang menakutkan bagimu..
kapan dia berhenti menyalahkan dirinya sendiri untuk hal ini..
wanitamu itu rapuh, wanitamu juga butuh sandaran..
jadikan hatimu sebagai tempat tujuan kemana dia berjalan..
wanitamu hanya butuh sedikit saja perhatian..
Tak butuh banyak untaian kata yang berlebihan..
Karena wanita adalah bentuk sebuah kelembutan..