INILAH potret buram lalu lintas jalan Indonesia. Sepanjang Januari hingga awal April 2012, tercatat delapan kasus kecelakaan terburuk. Delapan kasus tersebut merenggut 70 jiwa dan 68 korban luka. Mereka menjadi korban sia-sia.

Sepanjang catatan saya, kecelakaan paling buruk terjadi pada 10 Februari 2012. Saat itu, bus angkutan umum Karunia Bakti menabrak beberapa kendaraan, hingga akhirnya terjerembab ke dalam jurang. Sebanyak 13 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Tidak semata menimbulkan korban jiwa, dampak kecelakaan itu pun membuat arus kendaraan macet total. Maklum, lokasi kejadian berada di kawasan wisata, Puncak, Bogor.

Belakangan pihak KNKT menyimpulkan beberapa faktor pemicu kecelakaan. Mulai dari kondisi teknis rem bus yang tidak berfungsi. Lalu, faktor jalan yang menurun, kondisi jalan yang licin karena saat kejadian terjadi hujan, dan lebar jalan yang sempit. Terlepas dari itu, faktor manusia juga ikut andil. Sang sopir, Lukman Iskandar ditetapkan menjadi tersangka. Lukman sempat melarikan diri, setelah berhasil menyelamatkan diri dengan melompat, sesaat sebelum bus yang dikemudikannya menabrak. UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) bakal ditimpakan kepada sang sopir yang malang itu.
Kecelakaan paling buruk kedua dari sisi jumlah korban terjadi bus Maju Jaya masuk jurang. Kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Malangbong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat itu, menelan 12 korban jiwa dan 19 korban luka. Dugaan pemicu kecelakaan adalah rem bus yang tidak berfungsi alias blog. Sang sopir, Iwan Sofian alias Asep (37) pun ditetapkan sebagai tersangka.
 

Kejadian minibus Suzuki Carry yang dihantam Kereta Api (KA) Pasundan di Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi kecelakaan paling buruk ketiga. Kejadian itu menelan 11 korban jiwa dan 3 korban luka, termasuk sang sopir. Pihak kepolisian menetapkan sang sopir dalam kasus 18 Maret 2012 itu, sebagai tersangka.

Sedangkan kecelakaan terburuk keempat adalah minibus travel yang menabrak truk pengangkut barang. Peristiwa di Jember, Jawa Timur itu, menelan sembilan korban jiwa dan melukai empat orang. Kecelakaan yang terjadi pada dinihari 8 April 2012, diduga akibat sang sopir travel mengantuk. Bagaimana tidak, travel menabrak dari belakang truk bermuatan kayu yang hendak berbelok. 
Tragedi Tugu Tani, Jakarta Pusat, 22 Januari 2012 pagi menjadi kecelakaan terburuk kelima. Minibus Daihatsu Xenia yang dikemudikan Afriyani, menewaskan sembilan pejalan kaki dan melukai tiga lainnya. Polisi pun menetapkan sang sopir sebagai tersangka. Ironisnya, sang tersangka kedapatan mengonsumsi narkoba dan minuman keras sebelum mengendarai mobil.

Kecelakaan terburuk keenam
terjadi di Madiun, Jawa Timur. Saat itu, bus angkutan umum menabrak motor dan warung di pinggir jalan. Peristiwa yang terjadi pada 1 Januari 2012 itu, menelan enam korban jiwa dan lima korban luka.
Sedangkan terburuk ketujuh adalah ketika truk tronton menabrak mobil boks dan truk di ruas Tol Jagorawi, TMII arah ke Cibubur, Jakarta Timur. Sebanyak lima pekerja yang sedang membangun jalan tol tewas dan empat lainnya luka-luka. Peristiwa pada 6 April 2012 tersebut, menjadi kecelakaan yang terburuk di ruas tol milik Jasa Marga pada 2012.

Sedangkan kecelakaan terburuk kedelapan adalah kasus minibus menabrak bus di Ungaran, Jawa Tengah. Dalam kejadian pada 9 Januari 2012 tersebut, lima orang tewas sia-sia.
Kecelakaan tak pernah mengenal waktu, jarak, bahkan tak memilih siapa korbannya. Kita para pengguna jalan hanya bisa memperkecil peluang terjadinya kecelakaan. Mulai dari menjaga stamina saat berkendara, memeriksa kendaraan, hingga menaati aturan lalu lintas jalan. Sebagai manusia yang berakal budi, ikhtiar merupakan langkah yang harus dilalui selain berserah diri kepada yang Maha Kuasa.