Wanita karier sering mengalami masalah dalam membagi waktu dengan anak dan keluarga. Terkadang membagi tenaga dan pikiran antara tugas, keluarga, suami, dan anak. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa setengah dari wanita karier pada akhirnya tidak bisa melanjutkan tugasnya secara maksimal. Pada akhirnya bisa dipastikan keseimbangan antara kegiatan professional dengan kehidupan pribadi dan keluarga tidak bisa berjalan dengan seimbang.

Masalah klasik tersebut pada dasarnya memang memerlukan komitmen yang kuat dalam mengatur waktu. Maka dari itu beberapa langkah bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Beberapa diantaranya:


  1. Mengatur segala hal. Beberapa hal kecil seperti telepon genggam, dompet, pakaian dalam serta kebutuhan anak-anak perlu diatur sedemikian rupa. Gunakan akhir pekan Anda untuk merapikan segalanya sesuai dengan kondisi rumah tempat tinggal Anda.
  2. Maksimalkan waktu Anda untuk sesuatu yang jelas manfaatnya. Susunlah jadwal dan daftar to do list untuk Anda kerjakan dan tinggalkan.
  3. Mencatat semua kegiatan. Beberapa wanita memiliki jadwal khusus untuk setiap kegiatan. Kapan harus pergi ke salon, kapan menjemput si kecil, dan kapan ada janji dinner di luar bersama suami. Apa yang Anda kerjakan akan tercatat dan terekam dalam memori Anda. Tak lupa susun agenda harian, mingguan, bulanan Anda secara rapi di buku ataupun smartphone Anda.
  4. Membuat catatan belanja. Cara efektif selanjutnya yakni menyusun daftar belanjaan. Selain untuk menghemat pengeluaran, cara ini terbukti efektif untuk menghemat waktu belanja Anda. Sebagai contoh; Anda dapat menghindari berputar-putar di pusat perbelanjaan di bagian pakaian dan perhiasan, hanya sekedar untuk membeli sayur dan buah-buahan. Selain itu pastikan kebutuhan suami dan anak-anak tetap tercukupi dengan apa yang Anda sediakan.
  5. Melatih anak mandiri. Tanpa pembantu di rumah, anak-anak Anda harus terlatih untuk mandiri. Pendelegasian tugas untuk anak-anak tentu disesuaikan dengan usia dan perkembangan mental mereka. Sangat dianjurkan untuk melakukannya pada anak yang telah menginjak usia 9 tahun ke atas agar dapat mulai melaksanakan pekerjaan rumah. Beberapa hal seperti membuat minuman, mengeringkan dan menjemur pakaian, membersihkan kamar, serta mencuci piring bisa diajarkan dengan sabar dan tentu dengan senyuman.
  6. Membuat skala prioritas. Pastikan diri Anda tidak melakukan sesuatu yang terlalu berlebihan, misalnya terlalu lama menonton televisi atau menelepon. Hal itu akan menyebabkan waktu Anda terbuang percuma dan sia-sia. Gunakan waktu sore sehabis kerja untuk lebih dekat kepada anak-anak dan suami Anda. Berbagi cerita serta pengalaman sambil menanyakan kabar akan sangat baik membangun kehangatan dalam keluarga, dan tentunya meredakan pikiran Anda dari urusan pekerjaan.

Beberapa tips diatas kiranya dapat membantu para istri dan ibu yang saat ini bekerja, dan memiliki tanggung jawab terhadap keluarga pada saat yang bersamaan. Sekalipun pada awalnya berat, namun dengan konsistensi serta menjaga kehidupan spiritual beragama sangat diperlukan demi kesuksesan karier dan kehidupan pribadi Anda.