Sekarang ini sering terdengar berita Bayi ditemukan, Bayi ditelantarkan, bayi yang dibuang oleh ibunya, dan berbagai kasus yang berawal dari kurangnya moral para pemuda kita. Bukan karena Pendidikan Moral Pancasila (PMP) sudah tidak ada lagi dalam jadwal belajar pelajar kita. Tetapi terlebih kepada sifat ego yang dimiliki sang orang tua.

Bayi merupakan tanggung jawab yang diberikan kepada tuhan kepada kita yang wajib dijaga. Sekiranya begitulah yang sering kita dengar dari guru PKn atau Guru Agama yang ngajar kita saat kita masih bersekolah. Namun, hal itu seakan sebagai kata-kata yang datang dan hilang begitu saja, tidak  diresapi dan diterapkan secara mendalam. Setidaknya bagi para orang tua yang tega membuang atau menelantarkan anaknya/bayinya.
 
Berbagai modus pembuangan anak/bayi ditemukan, dari membuang ditempat yang jauh dari  orang, di depan rumah RT, di Teras pejabat atau bahkan di teras orang kaya, dll. Yang jadi hal aneh dan membuat saya bertanya adalah apa mereka gak menyesal ya telah membuang anak yang keluar dari rahimnya sendiri? Dimana ya naluri keibuannya?
 
Alasan mereka membuang anaknya adalah takut gak bisa membahagiakan anaknya kelak Karena factor ekonomi, namun logikanya kan kalau takut gak bisa bahagiain kenapa dibikin?hehe. tapi yang paling menggelikan adalah karena MBA (Married By Accident). Kalau masalahnya MBA ini sih prosesnya aja udah dosa, terus ditambah lagi dengan anaknya yang dibuang. Nambah deh dosanya. Mungkin semuanya udah kebal akan dosa koq.
 
Mungkin kalau membahas yang sudah terjadi terlalu banyak hal yang tidak bisa masuk di akal kita. Namun, yang perlu diperhatikan adalah yang belum melakukannya. Sudah saatnya kita ketahui bersama bahwa hal ini gak akan mengurangi atau menghilangkan masalah yang ada. Bahkan hanya akan membuat semua masalah menjadi bertambah. Pelakunya bisa-bisa masuk penjara gara-gara pasal kasus perlindungan anak.
 
Lebih dari itu anda pelaku lolos dari hukum dunia, pelakunya pasti gak akan bisa lolos dengan hukuman akhirat. Jadi, kalau emank gak mau kena hukuman,hilangkan kebodohan ini dari pemikiran orang-orang yang akan melakukan kebodohan tersebut.