Polda Metro Jaya tengah melakukan pemeriksaan kepada 9 saksi terkait dengan kasus kecelakaan beruntun di ruas tol Taman Mini Indonesia Indah. Lima orang tewas akibat kecelakaan itu.

Kepala Subdit Penegakan Hukum, Ditlantas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Sudarmanto menjelaskan, 9 saksi yang diperiksa yakni 6 pekerja di tempat kejadian perkara dan temen almarhum. Selain itu, polisi memeriksa 3 petugas PJR Patroli.

Darmanto mengatakan, saat mengendarai truk tersebut, pengendara yang bernama Aji menyetir sendirian. “Pada saat melakukan evakuasi, kami tidak temukan sebelah kiri adanya korban, namun hanya ditemukan handphone,” ujar Darmanto, Jumat 6 April 2012.

Selain memeriksa saksi, pihaknya juga akan memeriksa kondisi truk yang digunakan oleh Aji. Pemeriksaan ini untuk mengetahui bagaimana kondisi truk.

Darmanto menilai, kecelakaan ini seharusnya juga menjadi bahan evaluasi pihak PT Jasa Marga Tbk agar menambahkan rambu-rambu ketika ada pengerjaan di dalam ruas tol. Sebab, jika tidak diberikan, rawan sekali kecelakaan. “Kalau memang ada suatu kelengahan dari pihak Jasa Marga, akan ada sanksi. Tapi, kami akan lakukan pendalaman dahulu,” kata dia.

Sementara itu, pihaknya belum mengetahui berapa kecepatan yang dipakai oleh Aji, sehingga menyebabkan kecelakaan beruntun tersebut. Untuk mengetahui hal tersebut, dia melanjutkan, diperlukan tim ahli seperti puslabfor agar mendapatkan akurasi data.

Sebelumnya, polisi mengamankan sopir truk B 9113 UYT di wilayah Jakarta Utara. Pelaku atas nama Aji Solihin alias Mamad, umur 24 tahun. Saat ditangkap, pelaku mengantongi surat izin mengemudi B-2 umum yang dikeluarkan oleh Polda Lampung. Sudah enam bulan ini dia bekerja di KBN Marunda.

Berikut nama korban yang meninggal dunia akibat kecelakan beruntun tersebut.

1. Muhammad Iksan, 45, warga Desa Pulutan, Rt 05 Rw 2, Boyolali, Jawa Tengah
2. Dwi Margono, 17, Desa Randusari, Rt 21 Rw 04, Semarang, Jawa Tengah
3. Buyung Rustono, 25, Desa Leuwi Gede, Rt 09 Rw 05 Indramayu, Jawa Barat.
4. Yudi, 23, Indramayu, Jawa Barat.
5. Ahmad Junaedi, 40, Desa Kalibeber, Mojosongo, Wonosobo, Jawa Tengah.

Kelima korban tersebut diketahui tewas dengan kondisi fisik mengenaskan dengan luka di sekujur tubuh dan wajah. Kondisi terparah dialami oleh Junaedi yang mengalami kepala pecah dan isi perut terburai.

Sementara itu, korban luka yang berada di Rumah Sakit UKI, Cawang, Jakarta Timur diketahui bernama Daswan (23), Wanda (30), Suwanda (17), dan Agus (17).