Meroketnya perekonomian China, secara tidak langsung membuat pertumbuhan orang kaya di negera berhaluan komunis itu meningkat tajam. Peluang itu dimanfaatkan oleh perusahaan penerbangan, Zhuhai Xirui General Aviation Company, yang berbasis di Zhuhai, Guangdong.

Mereka menyediakan penjualan pesawat terbang ringan yang diproduksi oleh Cirrus Aircraft. Dalam setahun terakhir ini, pesawat pribadi atau pesawat jet menjadi semakin populer bagi orang kaya baru di China. Terlebih dengan pembukaan wilayah udara untuk ketinggian rendah di China.

“Kami memiliki lebih dari 50 pertanyaan per hari untuk membeli pesawat baru,” ujar Chen Fei, manajer penjualan Zhuhai Xirui dilansir Time, Kamis 5 April 2012.

Tidak hanya menjual, Zhuhai juga menyediakan layanan pendukung seperti penyediaan bahan bakar, hangaring, pendaratan khusus, pemeliharaan, dan sewa. “Hingga saat ini kami sudah menjual 14 pesawat jet pribadi,” kata Chen Fei.

China saat ini memiliki lebih dari 300 ribu orang kaya baru, dengan total kekayaan rata-rata menimal 10 juta yuan atau sekitar Rp14,5 miliar. Mereka menjadi calon pembeli potensial dari jet pribadi ini.

Tercatat ada sekitar 200 pesawat swasta yang terdaftar di China, sebagian besar milik pengusaha kaya dari daerah Delta Sungai Pearl. Tapi mereka belum bebas terbang, sebab hanya ada 70 bandara di negara Tirai Bambu ini yang dibuka untuk penerbangan umum.
Kondisi ini jauh berbeda di Amerika Serikat, tercatat ada sekitar 220.000 pesawat swasta dengan 5.000 bandara yang dibuka untuk penerbangan umum.