DALAM aksi bercinta, keintiman tidak hanya diraih dengan penetrasi. Lewat sentuhan pun, setiap pasangan bisa menggapai kenikmatan seksual. Melalui sentuhan, seseorang dapat menggiring pasangannya untuk segera memulai aksi ranjang. Lantas, sudahkah Anda dan pasangan mengobarkan gairah bercinta dengan sentuhan?
Sensasi sentuhan dapat dipastikan menentukan hasil akhir hubungan seks. Memulai aksi ranjang dengan sentuhan, dapat meningkatkan kepercayaan dan gairah pada setiap pasangan.

“Tujuannya adalah untuk membuat relaks dan membangun keintiman,” kata seorang psikolog sekaligus seks terapis, Arlene Goldman PhD.

Salah satu penulis dari ”Secrets of Sexual Ecstasy” ini menyarankan, agar menyediakan waktu 10 menit untuk bermain sentuhan, dengan memberi, dan menerima sekaligus. Caranya, berikan rangsangan di sekujur tubuh melalui rangsangan kelamin.

“Jangan terlalu banyak berfokus pada bagaimana sentuhan Anda membuat dia merasakannya. Tapi pada cara bagaimana yang Anda rasakan saat menyentuhnya. Perlahan-lahan, Anda dapat mencium lengannya, selangkangannya, dan memainkan jari melalui rambutnya. Ketika tiba gilirannya untuk menyentuh Anda, maka mintalah kepadanya menjilati paha dalam Anda, punggung bawah, menggosok kaki, dan mencium leher Anda,” saran Goldman. Demikian sebagaimana okezone kutip dari Women’s Health, Jumat (30/3/2012).

Foreplay merupakan bagian penting dari hubungan seks. Masalahnya, banyak pasangan yang kurang memberi perhatian pada moment ini. Memperpanjang durasi bercumbu, dengan berhenti di tengah-tengah permainan untuk membuat turn on, berbagi fantasi seksual, atau saling memberikan pijatan, dapat menjadi pilihan untuk Anda memegang kendali.

Nah, jika Anda sudah siap untuk seks. Maka pilih posisi yang mendorong Anda untuk menatap ke dalam mata masing-masing, seperti missionaris atau woman on top, dengan dia duduk dan menghadap ke arah Anda.

“Posisi yang memberi Anda dan pasangan saling memandang tubuh telanjang. Dapat membangun gairah masing-masing terlalu cepat. Sementara itu, kontak mata untuk meningkatkan keintiman, dan cenderung untuk secara bertahap membangun (gairah) lebih bersemangat,” tandas seksolog Logan Levkoff.