TOKYO – Setelah berkunjung ke China, CEO Facebook, Mark Zuckerberg melanjutkan perjalanannya ke Jepang. Di Negeri Sakura itu, Zuckerberg bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Yoshihiko Noda.

“Rasanya lucu bertemu Anda di sini karena sebelumnya saya telah menonton film Anda,” ujar Noda pada Zuckerberg. Film yang dimaksud Noda adalah ‘The Social Network’, yang tidak menggambarkan sosok pendiri Facebook tersebut.

“Sangat berbeda,” jawab Zuckerberg sambil tertawa. Pria berumur 27 tahun itu tampak berpakaian rapi dengan setelan resmi dan dasi berwarna biru.

Dalam kunjungan Zuckerberg itu, Noda juga menyampaikan rasa terimakasih untuk kontribusi media sosial dalam menjalin komunikasi setelah gempa tahun lalu dan tsunami.

Sementara itu, Zuckerberg pun menekankan tentang komitmen Facebook di Jepang. “Jepang adalah satu-satunya negara di luar Amerika Serikat (AS), di mana kami memiliki kantor engineering karena kami sangat berkomitmen untuk membuat produk yang sangat bagus di sini,” kata Zuckerberg.

Kehadiran Zuckerberg di Jepang ternyata juga sudah dijadwalkan untuk hadir di Mobile Hack Tokyo, sebuah acara untuk pengembang mobile bertemu dengan tim hubungan pengembang Facebook.

Pertumbuhan Facebook di Jepang sempat melambat, namun setelah gempa dan tsunami tahun lalu, penggunanya terus tumbuh dua kali lipat. “Dengan lebih dari 10 juta pengguna Facebook di Jepang, serta komunitas pengembang yang kuat dan pasar ponsel canggih maka Jepang merupakan negara yang penting bagi Facebook,” kata juru bicara Facebook, Debbie Frost, seperti dilansir News Yahoo dari Reuters, Minggu (1/4/2012).

Februari lalu, Facebook meluncurkan ‘Disaster Message Board’ di Jepang yang memudahkan orang-orang mengetahui keadaan satu sama lain selama keadaan darurat dan untuk mencari teman. Facebook kemungkinan juga akan mempertimbangkan meluncurkan layanan serupa di negara yang lain.